Bolehkah Menerima Dana Subsidi Kampus dari Hasil Deposito?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ustadz, saya adalah seorang pelaku da’wah kampus. Terus terang kami kesulitan dalam mencari dana untuk berbagai kegiatan kami. Usaha dana mandiri sudah coba kami lakukan walaupun mungkin masih harus kami kembangkan agar lebih produktif dan profesional. Lepas dari itu, kami merasa bahwa kami memiliki hak untuk memakai dana sumbangan orangtua mahasiswa yang ketika dana tersebut diminta, dalih fakultas adalah salah satunya untuk kegiatan mahasiswa. Namun, dana kegiatan mahasiswa yang dialokasikan untuk subsidi SKI kami kami khawatirkan terkena riba. Itu karena seluruh dana tersebut terdeposit dulu di bank (yang bukan bank syari’ah).

Ustadz, kami jadi bingung untuk menghadapi masalah ini. Sudah 1/2 tahun kami berusaha menjalankan amanah kami tanpa meminta sepeserpun subsidi itu. Memang ini adalah pantikan untuk kami agar mau berusaha mandiri untuk mencari dana, juga dana dari kantong pribadi kami sendiri. Namun, tentu saja semuanya tidak bisa dibiarkan terus-menerus seperti ini. Nah, apakah alternatif cara yang harus kami lakukan untuk menghadapi kondisi ini ustadz? Apakah kami dalam kondisi ini kami benar-benar tidak boleh meminta subsidi tersebut dan memanfaatkannya ustadz?

Untuk tambahan pertanyaan: kami mendapatkan info bahwa sulitnya subsisdi keluar (termasuk untuk perkuliahan dan akademis seperti praktikum) di kampus kami adalah karena uang SPP dan dana lain yang kami bayarkan tiap semesternya tersebut DIDEPOSITKAN DULU DI BANK SELAMA 1 SEMESTER sebelum akhirnya diambil dan dimanfaatkan. Bukankah itu berarti uang itu mengandung riba? Jadi, apakah selama ini kami telah berkuliah dengan uang riba? Apa solusi yang bisa kami lakukan sebagai mahasiswa?

Jazakumullah khairan katsir.

Wass.wr.wb

Akhwat Jogja

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, Waba’du

Sebenarnya dalam lingkup kehidupan kita semua saat ini secara makro, apa yang kita makan dan kita nikmati di negeri ini tidak lain adalah dari hasil riba. Sebab biaya penyelenggaraan negara kita ini tidak lain dari hutang luar negeri dan bentuknya adalah pinjaman dengan bunga. Dengan demikian, tidak ada sendi-sendi kehidupan kita yang lepas 100% dari riba, meski kita tidak merasakannya secara langsung.

 

 

 

Daftar Isi : “Konsultasi & Tanya Jawab”

Adab Tidur, Beberapa Perilaku yang Baik ketika Tidur dan Bangun Tidur 
Apakah Isbal Diwajibkan?
Apakah Zikir dan Doa Berjamaah Dibolehkan?
Dalil/hadits Tentang Takbiran Di Malam Idul Fithri
Dasar Hukum Onani
Kalau Penjualan Sertifikat Wakaf Melebihi Target
Kenapa Wanita Istihadhah Boleh Masuk Masjid?
Main Playstation dan Game dalam Pandangan Islam
Menahan Gejolak Nafsu dengan Puasa, Bagaimana Caranya?
Mencukur Alis bagi Wanita dan Menggantinya dengan Pinsil Alis
Wanita Mencukur Alis, Dosakah?

 

Aqiqah dan Kelahiran
Anak Meninggal Dalam Kandungan, Apakah Dilakukan Aqiqah Juga?
Aqiqah Sesuai Tuntunan Rasulullah
Melafalkan Azan di Telinga Bayi setelah Dilahirkan

Aurat
Hukum Jilbab Gaul

Hukum Memakai Cadar bagi Wanita

Bersentuhan Kulit
Bersentuhan Kulit dengan Petugas Donor Darah Non Mahram
Bersentuhan Kulit Laki-Laki dengan Wanita Bukan Mahram
Perihal Bersentuhan dengan Non-Muslim

Makanan
Sertifikat Halal untuk Beras, Tepung Terigu, dan Sejenisnya
Sikap terhadap Makanan Tanpa Label Halal

Pernikahan
Dua Mempelai Tidak Bersanding pada Saat Ijab Qabul
Hukum Membaca Sighat Ta’liq setelah Aqad Nikah
Memutuskan Tidak Akan Menikah
Ta‘aruf Lewat Email
Wali Nikah Bagi Anak dari Orang Tua yang Berzina sebelum Nikah

 

Puasa
Bolehkah Berpuasa di Hari Tasyriq

Qurban
Berqurban dengan Patungan dan Uang Pinjaman
Bolehkah Kurban Sekaligus Aqiqah?
Pengalihan Kurban dalam Bentuk Lain ke Daerah Bencana

Shalat
Cara Shalat Istikharah yang Benar

Gampang Buang Angin, Bolehkah Tidak Sholat Jum’at?
Kalau Shalat Jum’at Ketinggalan Satu Raka’at
Kriteria Mukim Yang Membuat Shalat Jama` Qashar Sudah Tidak Boleh Dilakukan

Ingin Pulang Ke Tanah Air, musafirkah Saya

Panduan Shalat Gaib
Shalat ‘Id dan Shalat Jum’at
Shalat Tidak Pakai Mukena
Takbiratul Ihram Berkali-kali Karena Selalu Ragu dalam Niat

Thaharah
Benarkan Wanita Haidh Tidak Boleh Masuk Masjid?
Dokter Hewan yang Selalu Terkena Najis Babi

Hukum Memegang Mushaf Ketika Berhadats Kecil
Pakai Siwak Kayu

Zakat
Adakah Zakat atas Tanah dan Rumah yang Dimiliki?
Bisakah Zakat Usaha Wiraswasta Dicicil tiap Minggu
Harta Apa Saja yang Wajib Dizakati?
Uang Pinjaman, Apakah Harus Dizakatkan?
Wajibkah Zakat Profesi padahal Tidak Ada pada Zaman Rasulullah?
Zakat Usaha Penyewaan Alat Berat

 

Aqidah

Apakah Orang Islam Liberal Bisa Digolongkan Kafir?
Apakah Yahudi dan Nasrani Tidak Akan Masuk Surga?
Apakah Mukjizat Rasul Bisa Dilaksanakan Manusia?
Apakah Ibadah ‘Muslim Kejawen’ Diterima?
Apakah Dua Kalimat Syahadat Harus Diikrarkan Di Muka Umum?Asal-usul Manusia
Bagaimana Hukum Menikah Adat Jawa Dengan Siraman Untuk Wanita Berjilbab?
Benarkah Nabi Isa Masih Hidup?
Benarkah Islam Akan Terbagi Menjadi 73 Aliran?
Bisa Mengusir Makhluk Ghaib Tanpa Belajar
Bisnis Wisata Rohani, Benarkah Bernuansa Syirik?
Bolehkah Saya Memiliki Budak Perempuan untuk Digauli?
Dasar Hukum Bai’at
Feng Shui dan Rumah ‘Tusuk Sate’
Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Non Muslim
Hukum Merayakan Tahun Baru Hijriyah
Kalau Sudah Ada Quran Kenapa Ada Hadist Dan Hadist Qudsi?
Kapan Tepatnya Al-Qur’an Diturunkan?
Kenapa Kaum Muslimin Harus Mencontoh Rasulullah
Kenapa Tidak Boleh Mengucapkan Selamat Natal?
Kita Wajib Memperbaiki Diri Kita Sendiri Terlebih Dahulu
Masjid Sab’ah
Membedakan Karomah dari Allah dengan Ilmu Ghaib dari Jin
Mengapa Rosul Dan Nabi Diturunkan Di Dataran Arab?
Muslimkah Bayi Dari Keluarga Non Muslim?
Penemuan Fosil dan Nabi Adam
Perbedaan Antara Ramalan Dan Mimpi
Prioritas Dalam Berdakwah
Sebegitu Rendahkah Budak Menurut Islam?
Seputar Zaman Purba, Dinosaurus, Dan Nabi Adam?
Setiap Muslim Pasti Masuk Surga?
Surah Yang Terakhir Turun Dalam Alquran
Wanita dan Budak Laki-Lakinya

Muamalah


Apakah Dibenarkan Tindakan Merusak Tempat Maksiat?
Beda Kuis Dengan Judi : Bukankah sama-sama mengundi nasib?
Dasar Perhitungan Cicilan Pinjaman Murobahah
Hukum Donor Darah (Jual Belikah?)
Hukumnya Menerima Uang Diluar Gaji
Kalau Menemukan Uang, Diapakan?
Khawatir Dengan MLM Yang Disinyalir Melakukan Proyek Kristenisasi
Lomba Burung dan Kehalalan Hadiahnya
Memperdengarkan Musik Klasik untuk Kecerdasan
Orderan Dari Perusahaan Rokok
Order Membuat Rekaman Lagu Rohani Agama Lain
Pembagian Warisan Suami-Istri yang Tidak Punya Anak Kandung
Penghasilan dari Pekerjaan yang Diperoleh Secara Illegal
Seorang Muslim Harus Menunaikan Amanat
Solusi Keterpurukan Ummat
Speaker Musholla yang Mengganggu

Jual – Beli
Berdagang Perhiasan yang Nilainya Puluhan Juta
Berjualan Di Teras Mesjid : Manakah Batasan Masjid?
Jual Beli dengan Pembayaran Dicicil, Samakah dengan Riba?
Jual Beli Barang Najis, Haramkah?

Rekening Bank, Tabungan dan Deposito
Bolehkah Menerima Dana Subsidi Kampus dari Hasil Deposito
Faedah Pinjaman, RIBA Atau Kos Perkhidmatan
Hidup dari Bunga Deposito
Membuka Rekening di Bank Ribawi untuk Pembayaran Listrik, Telepon
Membuka Rekening di Bank Ribawi Sekedar untuk Transfer Gaji

 

Judul diatas hanyalah judul dari 1 kategori. Sedangkan untuk Artikel Islami berkualitas lainya bisa kunjungi :

Daftar Isi Full

 

 

Lebih detail dari itu, ketika pemerintah membayar gaji pegawai negeri, maka uang itu pun uang yang didepositokan atau disimpan di bank-bank pemerintah yang nota bene bank ribawi. Demikian juga ketika pemerintah mengucurkan dana untuk membangun kampus, sekolah, masjid, rumah sakit, sarana jalan, energi listrik, air dan semua kebutuhan masyarakat, dananya mengalir dari rekening pemerintah di bank-bank konvensional yang ribawi.

Walhasil, kenyataannya riba memang belum bisa 100% persen hilang dari sela-sela kehidupan kita saat ini. Terutama jenis riba dimana kita tidak secara langsung menjadi pelakunya. Dan tentu saja hal ini sulit dihindari begitu saja. Maka paling tidak, yang bisa dilakukan adalah menghindari praktek riba yang kita secara aktif menjadi pelakunya. Misalnya dengan sengaja memilih menabung/menyimpan/ mendepositokan uang di bank konvensional, padahal ada pilihan ke bank syariah. Atau menjadi rentenir/lintah darat buat para masyarakat dengan meminjamkan uang dan meminta bunganya. Atau melakukan praktek-praktek riba lainnya yang sebenarnya sudah ada alternatif untuk menghindarinya. Itulah yang saat ini bisa kita lakukan secara maksimal sebagai bagian dari masyarakat umum.

Tentu saja kalau anda jadi menteri keuangan, atau jadi gubernur BANK INDONESIA atau jadi wakil rakyat atau jabatan lainnya yang punya pengaruh dan wewenang untuk menyetop segala jenis praktek ribawi, anda punya kewajiban berjihad di bidang ekonomi itu.

Di sisi lain, uang yang SKI terima dari pihak kampus adalah hak SKI sendiri, lepas dari bagaimanakah dari pihak kampus menyimpan uang itu atau menggandakannya. Kalau ada celah untuk menyampaikan pentingnya mendepositokan uang kampus di bank-bank syariah, tentu sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Namun bila sebaliknya, uang itu memang hak para mahasiswa sendiri yang dialokasikan untuk kegiatan kemahasiswaan. Sehingga menurut hemat kami, kasus ini nyaris tidak ada bedanya dengan pegawai negeri yang menerima gaji dari pemerintah, atau dengan hak rakyat dalam menikmati semua fasilitas yang dibangun pemerintah, seperti masjid, sekolah, kampus, jalanan, listrik, air dan lainnya.

Logikanya, bahwa pemerintah membungakan uang APBN di bank ribawi, itu urusan pemerintah. Kalau dosa, yang dosa para pejabatnya itu dan bukan rakyat yang berhak mendapatkan pelayanan dari uang pemerintah. Maka logika itu juga bisa dipakai pada SKI. Kalau dosa, maka pihak managemen kampus-lah yang dosa, karena mereka mendepositokan uang itu pada lembaga ribawi. Sedangkan mahasiswa tetap punya hak mendapatkan dana kegiatan dari pihak kampus, lepas dari bagaimana kampus membungakan uangnya.

Wallahu a’lam bishshawab,
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Ahmad Sarwat, Lc.

PENTING: Jika saat ini Anda belum bisa baca Al Quran meskipun dari Nol, atau Anda sudah bisa baca namun masih belum lancar, Saat ini kami Punya METODE RUBAIYAT sebagai Solusinya yang hingga Januari 2019 Alhamdulilah sudah dipercaya dan terjual lebih dari 44. 563 Paket di seluruh Indonesia dan Insya Allah akan terus bertambah. Untuk Mendapatkan paket Panduan METODE RUBAIYAT yang original dan selalu versi terbaru. Silakan bisa langsung akses DISINI atau WA 0819-0259-3977 (Sedang Ada promo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here