Membuka Rekening di Bank Ribawi Sekedar untuk Transfer Gaji

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Ustadz saya mau tanya nih, saya membuka tabungan di salah satu bank konvensional tapi hanya untuk lalu lintas transfer gaji saja, dan tidak ada niatan untuk memakan riba atau bunga bank. Bagaimana ustadz dengan hal ini? Terima kasih ustadz atas jawabannya.

Wassalam.

Nian Sanjaya

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, Waba’du.

Kita sudah tahu dengan pasti mengapa bank konvensional itu haram. Yang utama adalah karena bank itu menjalankan sistem ribawi kepada para nasabahnya. Juga karena mereka menginvestasikan dana kepada pihak lain dengan cara yang ribawi juga. Padahal riba adalah praktek yang sejak zaman nabi-nabi terdahulu hingga zaman nabi Muhmmad SAW telah diharamkan secara mutlak oleh Allah SWT. Dan pelaku riba akan diperangi oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman.Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya. (QS Al-Baqarah: 278-279).

 

 

 

Daftar Isi : “Konsultasi & Tanya Jawab”

Adab Tidur, Beberapa Perilaku yang Baik ketika Tidur dan Bangun Tidur 
Apakah Isbal Diwajibkan?
Apakah Zikir dan Doa Berjamaah Dibolehkan?
Dalil/hadits Tentang Takbiran Di Malam Idul Fithri
Dasar Hukum Onani
Kalau Penjualan Sertifikat Wakaf Melebihi Target
Kenapa Wanita Istihadhah Boleh Masuk Masjid?
Main Playstation dan Game dalam Pandangan Islam
Menahan Gejolak Nafsu dengan Puasa, Bagaimana Caranya?
Mencukur Alis bagi Wanita dan Menggantinya dengan Pinsil Alis
Wanita Mencukur Alis, Dosakah?

 

Aqiqah dan Kelahiran
Anak Meninggal Dalam Kandungan, Apakah Dilakukan Aqiqah Juga?
Aqiqah Sesuai Tuntunan Rasulullah
Melafalkan Azan di Telinga Bayi setelah Dilahirkan

Aurat
Hukum Jilbab Gaul

Hukum Memakai Cadar bagi Wanita

Bersentuhan Kulit
Bersentuhan Kulit dengan Petugas Donor Darah Non Mahram
Bersentuhan Kulit Laki-Laki dengan Wanita Bukan Mahram
Perihal Bersentuhan dengan Non-Muslim

Makanan
Sertifikat Halal untuk Beras, Tepung Terigu, dan Sejenisnya
Sikap terhadap Makanan Tanpa Label Halal

Pernikahan
Dua Mempelai Tidak Bersanding pada Saat Ijab Qabul
Hukum Membaca Sighat Ta’liq setelah Aqad Nikah
Memutuskan Tidak Akan Menikah
Ta‘aruf Lewat Email
Wali Nikah Bagi Anak dari Orang Tua yang Berzina sebelum Nikah

 

Puasa
Bolehkah Berpuasa di Hari Tasyriq

Qurban
Berqurban dengan Patungan dan Uang Pinjaman
Bolehkah Kurban Sekaligus Aqiqah?
Pengalihan Kurban dalam Bentuk Lain ke Daerah Bencana

Shalat
Cara Shalat Istikharah yang Benar

Gampang Buang Angin, Bolehkah Tidak Sholat Jum’at?
Kalau Shalat Jum’at Ketinggalan Satu Raka’at
Kriteria Mukim Yang Membuat Shalat Jama` Qashar Sudah Tidak Boleh Dilakukan

Ingin Pulang Ke Tanah Air, musafirkah Saya

Panduan Shalat Gaib
Shalat ‘Id dan Shalat Jum’at
Shalat Tidak Pakai Mukena
Takbiratul Ihram Berkali-kali Karena Selalu Ragu dalam Niat

Thaharah
Benarkan Wanita Haidh Tidak Boleh Masuk Masjid?
Dokter Hewan yang Selalu Terkena Najis Babi

Hukum Memegang Mushaf Ketika Berhadats Kecil
Pakai Siwak Kayu

Zakat
Adakah Zakat atas Tanah dan Rumah yang Dimiliki?
Bisakah Zakat Usaha Wiraswasta Dicicil tiap Minggu
Harta Apa Saja yang Wajib Dizakati?
Uang Pinjaman, Apakah Harus Dizakatkan?
Wajibkah Zakat Profesi padahal Tidak Ada pada Zaman Rasulullah?
Zakat Usaha Penyewaan Alat Berat

 

Aqidah

Apakah Orang Islam Liberal Bisa Digolongkan Kafir?
Apakah Yahudi dan Nasrani Tidak Akan Masuk Surga?
Apakah Mukjizat Rasul Bisa Dilaksanakan Manusia?
Apakah Ibadah ‘Muslim Kejawen’ Diterima?
Apakah Dua Kalimat Syahadat Harus Diikrarkan Di Muka Umum?Asal-usul Manusia
Bagaimana Hukum Menikah Adat Jawa Dengan Siraman Untuk Wanita Berjilbab?
Benarkah Nabi Isa Masih Hidup?
Benarkah Islam Akan Terbagi Menjadi 73 Aliran?
Bisa Mengusir Makhluk Ghaib Tanpa Belajar
Bisnis Wisata Rohani, Benarkah Bernuansa Syirik?
Bolehkah Saya Memiliki Budak Perempuan untuk Digauli?
Dasar Hukum Bai’at
Feng Shui dan Rumah ‘Tusuk Sate’
Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Non Muslim
Hukum Merayakan Tahun Baru Hijriyah
Kalau Sudah Ada Quran Kenapa Ada Hadist Dan Hadist Qudsi?
Kapan Tepatnya Al-Qur’an Diturunkan?
Kenapa Kaum Muslimin Harus Mencontoh Rasulullah
Kenapa Tidak Boleh Mengucapkan Selamat Natal?
Kita Wajib Memperbaiki Diri Kita Sendiri Terlebih Dahulu
Masjid Sab’ah
Membedakan Karomah dari Allah dengan Ilmu Ghaib dari Jin
Mengapa Rosul Dan Nabi Diturunkan Di Dataran Arab?
Muslimkah Bayi Dari Keluarga Non Muslim?
Penemuan Fosil dan Nabi Adam
Perbedaan Antara Ramalan Dan Mimpi
Prioritas Dalam Berdakwah
Sebegitu Rendahkah Budak Menurut Islam?
Seputar Zaman Purba, Dinosaurus, Dan Nabi Adam?
Setiap Muslim Pasti Masuk Surga?
Surah Yang Terakhir Turun Dalam Alquran
Wanita dan Budak Laki-Lakinya

Muamalah


Apakah Dibenarkan Tindakan Merusak Tempat Maksiat?
Beda Kuis Dengan Judi : Bukankah sama-sama mengundi nasib?
Dasar Perhitungan Cicilan Pinjaman Murobahah
Hukum Donor Darah (Jual Belikah?)
Hukumnya Menerima Uang Diluar Gaji
Kalau Menemukan Uang, Diapakan?
Khawatir Dengan MLM Yang Disinyalir Melakukan Proyek Kristenisasi
Lomba Burung dan Kehalalan Hadiahnya
Memperdengarkan Musik Klasik untuk Kecerdasan
Orderan Dari Perusahaan Rokok
Order Membuat Rekaman Lagu Rohani Agama Lain
Pembagian Warisan Suami-Istri yang Tidak Punya Anak Kandung
Penghasilan dari Pekerjaan yang Diperoleh Secara Illegal
Seorang Muslim Harus Menunaikan Amanat
Solusi Keterpurukan Ummat
Speaker Musholla yang Mengganggu

Jual – Beli
Berdagang Perhiasan yang Nilainya Puluhan Juta
Berjualan Di Teras Mesjid : Manakah Batasan Masjid?
Jual Beli dengan Pembayaran Dicicil, Samakah dengan Riba?
Jual Beli Barang Najis, Haramkah?

Rekening Bank, Tabungan dan Deposito
Bolehkah Menerima Dana Subsidi Kampus dari Hasil Deposito
Faedah Pinjaman, RIBA Atau Kos Perkhidmatan
Hidup dari Bunga Deposito
Membuka Rekening di Bank Ribawi untuk Pembayaran Listrik, Telepon
Membuka Rekening di Bank Ribawi Sekedar untuk Transfer Gaji

 

Judul diatas hanyalah judul dari 1 kategori. Sedangkan untuk Artikel Islami berkualitas lainya bisa kunjungi :

Daftar Isi Full

 

 

Selain itu, baik pelaku riba secara langsung maupun yang hanya terlibat dengan cara tidak langsung akan sama-sama dilaknat oleh Allah SWT. Kita tidak bisa membayangkan bisa hidup di dunia ini dengan tenang kalau malah mendapat laknat seperti itu. Dan kita tidak bisa membayangkan bisa selamat di akhirat manakala di dunia ini kita sudah dilaknat. Dan demikianlah ketetapan dari Allah SWT bahwa pemakan riba, yang memberi makan, pencatatnya dan dua saksi transaksi ribawi akan mendapatkan laknat. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa kedudukan mereka sama saja.

Maka dari pada di dunia ini hidup dengan posisi diperangi dan dilaknat oleh Sang Maha Pencipta, bukankah sebaiknya kita tinggalkan jauh-jauh semua yang bisa melibatkan kita secara langsung maupun tidak langsung kepada perbuatan riba? Dan salah satu yang utama adalah dengan tidak menjadi nasabah bank konvensional. Alangkah naif bagi seorang yang mengaku muslim dan berharap masuk surga Allah, tapi masih saja menabung dan bermuamalat dengan bank-bank ribawi, padahal di sekelilingnya ada begitu banyak bank syariah.

Dalam Keadaan Terpaksa

Namun bila seorang muslim terjebak dalam sebuah dilemma yang serius, di mana dia tidak bisa makan sama sekali bila tidak memiliki rekening di bank konvensional, maka dalam hal ini ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan.

Situasinya memang sudah sampai titik bahwa tidak ada lagi kemungkinan mendapatkan rezeki atau nafkah pokok tanpa membuka rekening di bank ribawi. Misalnya, instansi tempat seseorang bekerja sudah tidak bisa lagi diajak berkompromi untuk mentransfer gaji lewat bank syariah. Dan bila tidak punya rekening di bank yang telah ditentukan, maka gajinya tidak bisa diambil. Bila memang demikian, maka atas dasar kedaruratan, bisa dibenarkan untuk sementara membuka rekening di bank haram itu.

Bila dasar yang disebutkan pada nomor satu di atas itu memang benar, maka konsekuensinya harus dijalankan, yaitu sama sekali tidak dibenarkan membiarkan uang gaji itu berada di bank itu. Sebaliknya, begitu uang masuk, harus segera dicairkan untuk disimpan di tempat aman atau disetorkan langsung ke rekening bank syariah. Jangan sampai uang itu mengendap beberapa sampai berbunga. Sebab bila sampai berbunga, maka kita sudah bisa dianggap secara sengaja memberikan kesempatan kepada bank untuk melakukan riba atas uang kita.

Kalau karena satu dan lain hal, sempat mendapatkan bunga dari yang ada di rekening bank haram itu, maka hukumnya haram untuk mengambil bunganya, baik untuk dimakan sendiri ataupun untuk disedekahkan. Dan haram juga bila tidak diambil atau malah dibiarkan diambil oleh pihak bank. Sebab sekecil apapun bunga itu, kalau diambil oleh bank, maka akan menjadi andil kita secara tidak langsung untuk kepentingan bank.

Maka para ulama mengatakan bahwa bila ada bunganya, harus dicairkan dan dikembalikan kepada publik, bukan dibakar atau dimusnahkan. Misalnya untuk biaya perbaikan jalan, saluran air, penerangan umum dan keperluan sejenis. Namun perlu diperhatikan bahwa alokasinya harus betul-betul bisa dinikmati oleh masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi atau segelintir orang. Dan juga jangan untuk membeli makanan yang masuk ke dalam perut, karena uang itu haram pada hakikatnya.

Kalau untuk semua keperluan transfer itu pihak bank ribawi memungut biaya administrasi, ATM dan lainnya, maka semua kewajiban itu harus dibayar dari uang yang halal, bukan diambil dari bunga yang diberikan pihak bank. Sebab bunga yang diberikan pihak bank itu hukumnya adalah uang haram. Tidak boleh dimanfaatkan untuk membayar apapun juga dalam kepentinan pribadi.

Sebagai wujud nyata bahwa membuka rekening di bank konvensional memang betul-betul darurat, harus dibuktikan dengan punya rekening di bank syariah. Sebab akan berfungsi untuk tempat penyimpanan uang yang sempat mampir sebentar di rekening bank ribawi itu. Sebab akan menjadi sangat ironis kalau seorang muslim punya rekening di bank haram sementara dia sama sekali tidak berniat menabung di bank syariah.

Rekening di bank konvensional itu harus segera ditutup manakala sebab-sebab yang membolehkannya secara sementara itu telah hilang. Kedaruratanya otomatis berakhir dengan hilangnya kedaruratan. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah : Adh-Dharuratu Tuqaddar bi Qadriha. (Kedaruratan itu harus diukur sesuai dengan kadar kedaruratannya).

Wallahu a’lam bishshawab.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Ahmad Sarwat, Lc.

PENTING: Jika saat ini Anda belum bisa baca Al Quran meskipun dari Nol, atau Anda sudah bisa baca namun masih belum lancar, Saat ini kami Punya METODE RUBAIYAT sebagai Solusinya yang hingga Januari 2019 Alhamdulilah sudah dipercaya dan terjual lebih dari 44. 563 Paket di seluruh Indonesia dan Insya Allah akan terus bertambah. Untuk Mendapatkan paket Panduan METODE RUBAIYAT yang original dan selalu versi terbaru. Silakan bisa langsung akses DISINI atau WA 0819-0259-3977 (Sedang Ada promo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here